Halaman

Sabtu, 21 September 2013

Goresan Tintamu

Seulas senyum yang kau lempar padaku
Selalu terbayang di pelupuk mataku
Manis sekali senyummu
Sungguh serasi dengan wajahmu yang teramat cantik
Betapa sempurnanya Tuhan menciptakan dirimu
Barangkali ini semua
Yang mendorongku untuk menulis
Dan mengukir huruf demi huruf
Sehingga teruntai susunan kata yang kurangkai khusus buatmu seorang
Makin ku melupakanmu
Makin terbenam wajah cantikmu jauh dalam lubuk hatiku
Suaramu yang lembut
Sinar matamu yang sayu
Senyummu yang menggetarkan jiwaku
Tutur katamu yang halus merayu
Serta gemulai langkahmu yang menawan
Membuat hati ini benar terpanah
Rasanya sepi hidupku ini
Tanpa kau menemaniku
Hingga ku beranikan menulis surat ini kepadamu
Semata-mata hanya ingin tau bagaimanakan balas hatimu
Terhadap ketulusan pengakuanku ini
Rasanya betapa sangat menderitanya batin ini
Bila dirimu tidak lekas menyiram hati ini dengan untaian kata balasmu
Ijinkan aku menunggu hembusan nafasmu
Melalui kata manismu
Disaat bulan purnama menepis sang surya
Aku yakin cahaya purnama membias hati kelam sesaat
Ku nanti balas darimu di peraduan kalbuku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar